Jumat, 05 Desember 2008


PATOFISIOLOGI STROKE INFARK AKIBAT TROMBOEMBOLI
Dr ISKANDAR JAPARDI
Fakultas Kedokteran
Bagian Bedah
Univewrsitas Sumatera Utara

Stroke adalah penyakit yang merupakan penyebab kematian tersring ke tiga di negara Amerika, merupakan penyakit yang paling sering menimbulkan kecacatan.Menurut American Heart Association, diperkirakan terjadi 3 juta penderita stroke pertahun, dan 500.000 penderita stroke yang baru terjadi pertahun. Sedangkan angka kematian penderita stroke di Amerika adalah 50-100/100.000 penderita pertahun. Angka kematian tersebut mulai menurun sejak awal tahun 1900, dimana angka kematian sesudah tahun 1969 menurun hingga 5% pertahun. Beberapa peneliti mengatakan bahwa hal tersebut akibat kejadian penyakit yang menurun yang disebabkan karena kontrol yang baik terhadap faktor resiko penyakit stroke.
Di Indonesia masih belum terdapat epidemiologi tentang insidensi dan prevalensi penderita stroke secara nasional. Dari beberapa data penelitia yang minim pada populasi masyarakat didapatkan angka prevalensi penyakit stroke pada daerah urban sekitar 0,5% (Darmojo , 1990) dan angka insidensi penyakit stroke pada darah rural sekitar 50/100.000 penduduk (Suhana, 1994). Sedangkan dari data survey Kesehatan Rumah Tangga (1995) DepKes RI, menunjukkan bahwa penyakit vaskuler merupakan penyebab kematian pertama di Indonesia.......................(http://library.usu.ac.id/download/fk/bedah-iskandar%20japardi31.pdf)
Sepuluh Langkah Cegah Stroke




Adapun, untuk menghindari stroke seseorang bisa melakukan tindakan pencegahan termasuk membiasakan diri menjalani gaya hidup sehat.


Berikut adalah 10 langkah yang dapat Anda lakukan guna menghindarkan diri dari serangan stroke.

1. Hindari dan hentikan kebiasaan merokok. Kebiasaan ini dapat menyebabkan atherosclerosis (pengerasan dinding pembuluh darah) dan membuat darah Anda menjadi mudah menggumpal.


2. Periksakan tensi darah secara rutin. Tekanan darah yang tinggi bisa membuat pembuluh darah Anda mengalami tekanan ekstra. Walaupun tidak menunjukkan gejala, ceklah tensi darah secara teratur.


3. Kendalikan penyakit jantung. Kalau Anda memiliki gejala atau gangguan jantung seperti detak yang tidak teratur atau kadar kolesterol tinggi, berhati-hatilah karena hal itu akan meningkatkan risiko terjadinya stroke. Mintalah saran dokter untuk langkah terbaik.


4. Atasi dan kendalikan stres dan depresi. Stres dan depresi dapat menggangu bahkan menimbulkan korban fisik. Jika tidak teratasi, dua hal ini pun dapat menimbulkan problem jangka panjang.


5. Makanlah dengan sehat. Anda mungkin sudah mendengarnya ribuan kali, namun penting artinya bila Anda disiplin memakan sedikitnya lima porsi buah dan sayuran setiap hari. Hindari makan daging merah terlalu banyak karena lemak jenuhnya bisa membuat pembuluh darah mengeras. Konsumsi makanan berserat dapat mengendalikan lemak dalam darah.


6. Kurangi garam. Karena garam akan mengikatkan tekanan darah.


7. Pantau berat badan Anda. Memiliki badan gemuk atau obes akan meningkatkan risiko Anda mengalami tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan diabetes, dan semuanya dapat memicu terjadinya stroke.


8. Berolahraga dan aktif. Melakukan aktivitas fisik secara teratur membantu Anda menurunkan tensi darah dan menciptakan keseimbangan lemak yang sehat dalam darah.


9. Kurangi alkohol. Meminum alkohol dapat menaikkan tensi darah, oleh karena itu menguranginya berarti menghindarkan Anda dari tekanan darah tinggi.


10. Up date pengetahuan Anda. Dengan mengikuti perkembangan informasi tentang kesehatan, banyak hal penting yang diperoleh guna menghindari kemungkinan atau menekan risiko stroke. Berhati-hatilah, beragam hormon termasuk pil dan terapi penggantian hormon HRT diduga dapat membuat darah menjadi kental dan cendrung mudah menggumpal.

Kamis, 04 Desember 2008

Tips Anak Tidak Jajan Sembarangan


Inez Tagor
Biasakan Anak Jajan Seminggu Sekali

Disiplin adalah kata kunci bagi Tinezia Sri Cendani atau Inez Tagor untuk membuat anaknya tidak terbiasa jajan. Caranya dengan membuat anak sulungnya yang bernama Adi Nugraha hanya jajan seminggu sekali. ”Di sekolah anak saya tidak ada kantin. Jadi mau tidak mau anak saya tidak jajan di sekolah. Kalau dikasih izin jajan paling akhir pekan,” kata Inez yang kini tengah mengandung anak keempat, belum lama ini.
Menurut Inez, selain hal itu, untuk menyiasati agar anaknya tidak jajan maka ia memberikan sarapan sebelum berangkat sekolah dan bekal untuk makan di sekolah. ”Kadang saya sendiri yang menyediakan sarapan dan bekal, kadang pembantu saya. Tapi soal menunya saya yang pilih,” tandas perempuan kelahiran Jakarta 23 Agustus 1973 ini.

Anak Susah Makan, Jangan Khawatir

Masalah Anak Yang Susah Makan
Makanan bergizi merupakan salah satu faktor penentu tercapainya pertumbuhan dan perkembangan optimal di masa balita. Apalagi, pada masa ini perkembangan otak masih berlangsung. Namun, sering orang tua mengalami kesulitan memberikan makan pada anak. Berikut ini tip dan trik mengatasi masalah-masalah makan agar si buah hati tumbuh sehat, cerdas, dan kreatif.


Rabu, 03 Desember 2008

Merawat Gigi Anak Agar Sehat


Perawatan gigi dan mulut secara maksimal, khususnya pada masa balita dan anak-anak, akan menentukan kesehatan gigi dan mulut mereka pada usia selanjutnya. Untuk memperoleh gigi yang sehat pada anak, bagaimanakah cara perawatannya?

Penyakit gigi dan mulut akan sering dialami oleh balita dan anak-anak bila perawatannya tidak dilakukan dengan baik. Contoh penyakit gigi dan mulut yaitu caries (lubang pada permukaan gigi), ginggivitis (radang pada gusi), dan sariawan.

Kekurangan Zat Besi Pengaruhi Anak


Air susu ibu merupakan salah satu sumber yang kaya akan zat besi, dimana kekurangan zat besi ini akan mempengaruhi perkembangan anak meski mereka kemudian diberikan sejumlah suplemen pengganti. Pendapat itu disampaikan oleh para ilmuwan dari University of Michigan AS.Kekurangan zat besi itulah yang dkuatirkan oleh para peneliti pada pertemuan tahunan the US Pediatric Academic Societies.
Anemia merupakan salah satu efek buruk kekurangan zat besi dimana banyak bayi yang lahir disejumlah negara didunia seperempatnya mengalami kekurangan zat besi ini.Zat besi didapat oleh sang bayi dari sang ibu selama masa kehamilan berlangsung dan ketika lahir zat besi itu diperoleh dari air susu ibu dan sejumlah makanan sereal.Zat besi juga disebut-sebut sebagai salah satu kunci perkembangan otak pada anak-anak.Gejala kekurangan zat besi ini bisa terlihat pada fatigo, nafsu kurang, terlambatnya perkkembangan mental dan meningkatnya resiko infeksi.
Para periset dari University of Michigan melakukan kepastian itu setelah melakukanm monitoring atas anak-anak Costa Rica yang terdiagnosa mengalami kekurangan zat besi dan kepada mereka diberikan suplemen zat besi ketika berusia satu atau dua tahun.Semua 191 anak-anak yang dilibatkan dalam penelitian ini berasal dari keluaraga kelas menengah.Hasilnya para periset meneliti kemampuan motorik dan pengertian pada anak-anak berusia lima tahun, 11-14 tahun dan 15-17 tahun.Kepada mereka juga diberikan tes kemampuan IQ dan hasilnya dibandingkan dengan anak-anak yang mengakami kenormalan kandungan zat besi.Anak-anak yang tidak mengalami kekurangan zat besi akan mendapatkan nilai tinggi dari hasil tes IQ itu.Latar belakang kehidupan sosial anak tidak terlalu berpengaruh pada tes kemampuan kognitif itu.
Sumber: JAKNEWS.COM-